Rabu, 15 April 2015

PENANGGULANGAN BENCANA

DEFINISI BENCANA Menurut UN-ISDR (2000) adalah Suatu gangguan serius tehadap keberfungsian masyarakat, sehingga menyebabkan kerugian yang meluas pada kehidupan manusia dari segi materi, ekonomi atau lingkungan, dan gangguan itu melampaui kemampuan masyarakat yang bersangkutan  untuk mengatasi degan menggunakan sumberdaya mereka sendiri.
DEFINISI BENCANA Menurut Undang-undang 24 Tahun 2007: Peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yg disebabkan, baik faktor alam, non alam maupun manusia, sehingga menyebabkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis.
JENIS BENCANA-JENIS BENCANA :
1. Geologi (Gempabumi, tsunami, gerakan tanah, letusan gunungapi);
2. Hidrometeorologi (Banjir, Topan, Kekeringan, Gelombang laut
3. Biologi (Pandemi, hama dan penyakit tanaman);
4. Teknologi (Teknologi industri dan transportasi, B3 dan nuklir); 
5. Lingkungan (Pencemaran, polusi dan kerusakan lingkungan); 
6. Sosial (Kerusuhan sosial dan terorisme)

Menurut UNDANG-UNDANG NOMOR 24 TAHUN 2007 Penanggulangan Bencana bertujuan untuk: 
1. Memberikan perlindungan kepada masyarakat;
2. Menyelaraskan peraturan perundangan yang ada
3. Menjamin terselenggaranya penanggulangan bencana yg terencana, terpadu, terkoordinasi dan menyeluruh;
4. Menghargai budaya lokal
5.Membangun partisipasi dan kemitraan publik dan swasta
6. Mendorong semangat gotong royong, kesetiakawanan dan kedermawanan;
7. Menciptakan perdamaian dan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara;



Menurut UU No. 24 Tahun 2007 Hak Masyarakat dalam PB (Pasal 26) Setiap orang berhak:
  1. Mendapatkan perlindungan sosial dan rasa aman, khususnya bagi kelompok rentan. 
  2. Mendapatkan pendidikan, pelatihan dan keterampilan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana
  3. Mendapatkan informasi secara tertulis dan/atau lisan tentang kebijakan penanggulangan bencana
  4. Berperanserta dalam perencanaan, pengoperasian dan pemeliharaan program penyediaan bantuan pelayanan kesehatan termasuk dukungan psikososial.
  5. Berpartisipasi dalam pengambilan keputusan penanggulangan bencana. 
Menurut UU No. 24 Tahun 2007 Kewajiban Masyarakat dalam PB (Pasal 27)
Setiap orang berkewajiban:
  1. Menjaga kehidupan sosial masyarakat yang harmonis, memelihara keseimbangan, keserasian, keselarasan dan kelestarian fumgsi lingkungan hidup;
  2. Melakukan kegiatan penanggulangan bencana
  3. Memberikan informasi yang benar kepada publik tentang penanggulangan bencana
Koordinasi Penanggulangan Bencana
¨  Tingkat Nasional
¤  Dibentuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
¤  Dipimpin oleh Kepala BNPB setingkat Menteri
¨  Tingkat Provinsi
¤  Dibentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
¤  Dipimpin oleh Sekda Provinsi (ex-officio)
¨  Tingkat Kabupaten/Kota
¤  Dibentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
¤  Dipimpin oleh Sekda Kabupaten/Kota (ex-offico)
Kendala dalam Penyelenggaraan PB
¨  Paradigma PB masih bersifat reaktif/responsif, belum bersifat preventif (pengurangan risiko bencana).
¨  Kepedulian, kesadaran dan pengetahuan masyarakat ttg PB masih rendah dan selalu mengharapkan bantuan dari luar.
¨  Anggapan bahwa PB merupakan tanggungjawab sepenuhnya pemerintah, khususnya pemerintah pusat.
¨  Kelembagaan di daerah belum seluruhnya terbentuk, sehingga koordinasi pelaksanaan PB di daerah belum efektif.
¨  Keterbatasan personil, prasarana dan sarana, pendanaan dan kemampuan aparat dan masyarakat dalam PB 
Upaya Pemecahannya
¨  Meningkatkan komitmen daerah dan ketangguhan dalam penanggulangan  bencana.
¨  Membentuk kelembagaan BPBD dan Platform Lokal untuk penanggulangan bencana
¨  Membantu membuat peta rawan bencana dan rencana penanggulangannya.
¨ Melakukan pendidikan, pelatihan dan gladi/simulasi penanggulangan bencana di daerah
¨ Meningkatkan peranserta lembaga usaha dan masyarakat dalam voluntarisme penanggulangan bencana.
Peningkatan Kapasitas PB
¨  Memasyarakatkan pengurangan risiko bencana
¤  Membuat peta risiko  dan rencana PB
¤  Membuat prosedur tetap bencana
¨  Meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi tanggap darurat bencana
¤  Melakukan kaji cepat bencana
¤  Membentuk satuan reaksi cepat
¨  Meningkatkan kemampuan dalam penanganan pasca bencana
Pra Bencana
¨  Memberikan sosialisasi tentang kepedulian masyarakat terhadap ancaman bencana di sekitarnya.
¨  Membentuk Relawan Penanggulangan Bencana yg berbasis Pelajar dan Remaja.
¨  Melakukan Pelatihan dan Simulasi Penanggulangan Bencana.
¨  Melakukan upaya Mitigasi atau Pengurangan Risiko Bencana di wilayahnya
Pada Saat Bencana
¨  Melakukan upaya pertolongan dan penyelamatan korban bencana.
¨  Memanfaatkan fasilitas umum sebagai tempat penampungan sementara bagi korban bencana.
¨  Mengumpulkan dan menyalurkan bantuan pangan dan non pangan bagi korban bencana.
¨  Melakukan upaya perbaikan darurat, agar kehidupan masyarakat tetap berjalan.
Pada Pasca Bencana
¨  Melakukan kegiatan pemulihan fisik dan non fisik akibat bencana.
¨  Memberikan konsultasi kejiwaan (psiko-sosial) bagi korban bencana.
¨  Membangkitkan kembali semangat hidup bagi masyarakat setelah mengalami bencana.
¨  Berpartisipasi dalam upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana (dalam kelompok masyrakat)


Penanggulangan bencana merupakan upaya bersama pemerintah, swasta dan masyarakat. Peran Relawan dalam penanggulangan bencana dapat dilakukan sejak Pra Bencana, Pada Saat Tanggap Darurat dan Pasca Bencana. Disarankan setiap Organisasi / Kelembaga Masyarakat Sipil membentuk Relawan Penanggulangan Bencana. @SAR0914



Sabtu, 11 April 2015

NANDA DITEMUKAN DIDASAR AIR TERJUN

PURWAKARTA. Korban Curug Ciobek akhirnya ditemukan dalam keadaan Meninggal. Nanda bin Udin (16thn) beralamat di Kp. Gandasoli Rt. 09 Rw. 04 Desa Mekarsari Kecamatan Darangdan ditemukan dalam keadaan meninggal oleh Tim SAR dari Unit SAR 0914 Kwarcab Purwakarta. korban ditemukan di dasar air terjun dengan kedalaman sekitar 7 meter. 




Korban ditemukan hari Minggu (12/04/2015) Pukul 9.42 wib di kedalaman 7 meter. Tim Penyelam dari Pramuka Purwakarta terdiri dari Samsul Palahudin dan Fachrul Anka menemukan korban di dasar air terjun, tersangkut batu. Setelah dilakukan penyelamana berkali-kali, akhirnya korban dapat ditemukan, setelah cuaca di sekitaran TKP cerah. Nanda adalah Korban tercebur kedalam kubang sedalam 10 meter dengan ceruk sekitar 3-4 meter sekitar pukul 10.45 wib Sabtu (11/04/2015). Saat tercebur rekan-rekan yang lain berusaha membantu dengan melemparkan bambu, ungkap rekan-rekan korban.
Korban selanjutnya dibawa kerumah duka oleh pihak keluarga dan di dampingi oleh bebrapa rescuer dan juga pihak kepolisian serta didampingi oleh Pihak Pemerintah setempat. 
Dengan sudah ditemukannya korban, operasi ESAR Korban Tenggelam Nanda bin Udin di Curug Ciobek Gandasoli Darangdan resmi dihentikan. Tim yang tergabung dalam ESAR adalah Unit SAR 0914 Kwarcab Purwakarta, SAR Nasional Kantor Bandung, DKR Tegalwaru, TNI, Polisi, Damkar, Badega (Hansip) dan warga sekitarnya. 
@SAR0914 

CURUG CIOBEK MEMINTA KORBAN

PURWAKARTA - Curug Ciobek atau Curug Gandasoli yang berada di Rt. 13 Rw. 04 Desa Gandasoli Kecamatan Darangdan, Purwakarta meminta korban. Kali ini adalah Siswa sebuah sekolah swasta yang ada di Kecamatan Plered, korban bernama Nanda bin Udin umur 16 tahun warga Rt. 9 Rw 4 Desa Mekarsari Darangdan.

Korban saat itu sedang bermain dengan rekan-rekan di sekitar Curuk Ciobet, yang lokasinya berdekatan dengan makam keramat Eyang Dalem Obek. Korban dengan rekan-rekannya sedang bermain di sekitaran curug, tanpa disadari salah satu korban tercebur kedalam kubangan. Kubang itu terbentuk akibat dari derasnya air dari curug tersebut. Daerah sekitar curug merupakan tanah liat dan cadas yang rapuh dan licin.
Korban tercebur kedalam kubang sedalam 10 meter dengan ceruk sekitar 3-4 meter sekitar pukul 10.45 wib Sabtu (11/04/2015). Saat tercebur rekan-rekan yang lain berusaha membantu dengan melemparkan bambu, ungkap rekan-rekan korban.
Tim Unit SAR 0914 Pramuka Purwakarta mendapatkan laporan dari warga sekitar pukul 13.00 langsung menuju Lokasi dengan membawa peralatan selam dan perahu karet. Tim SAR Pramuka Purwakarta di Pimpin Oleh Kak. Karyanto sebagai OSC dilapangan dan juga sebagai komandan Tim.
Tim sampai di lokasi jam 14.15 dan langsung melakukan pencarian korban dengan menggunakan bambu sekalian mengukur kedalaman untuk dilakukan tindakan penyelaman. setelah mengetahui kedalam Tim SAR Pramuka menyiapkan Peralatan Selam dan memutuskan Menyelam, walaupun visibiliti/ketajaman didalam air jelak. Hal itu karena ceruk yang langsung dihujam oleh air dari curug. Penyelaman dilakukan berkali-kali di dalam ceruk tersebut.
Selain melakukan penyelaman di sekitaran ceruk, Tim juga melakukan pencarian di sekitaran aliran sungai tersebut. Aliran sungai Gandasoli bermuara ke Danau Cirata kecamatan Tegalwaru.
Menjelang sore hari cuaca berubah menjadi hujan, dan pencarian pun di Hentikan untuk sementara dan akan dilanjutkan esok pagi. Saat ini Tim SAR Pramuka sedang istirahat di Rumah Warga yang dijadikan posko.

Sampai berita ini di tulis, tim belum menemukan korban, dan pencarian akan dilanjutkan esok hari. @SAR0914

Kamis, 27 Februari 2014

OPERASI SAR HARI KEDUA BERHASIL.


Purwakarta, 27-02-2014) Operasi pencarian Korban tenggelam di Aliran Sungai Citarum tepatnya Jatiluhur Purwakarta membuahkan hasil. Korban yang d temukan adalah Dodi (41) Warga Perum Dian Anyar Kelurahan Ciseureuh Kecamatan Purwakarta Kabupaten Purwakarta. Korban di temukan dalam keadaan terapung di sungai sekitaran daerah Narogtog Desa Tegal Buah, tepatnya di Belakang PT. IBR. 

Selanjutnya korban di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Bayu Asih untuk dilakukan Otopsi, yang selanjutnya di serahkan ke pihak kluarga. Keluarga menerima dengan iklas atas kejadian yang menimpa saudara Dodi (41). 

Sementara Korban yang bernama Waluyo (45) warga Kampung Tegaljaya, Rt 11 Rw.05 Desa Tegalega, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang belum di temukan. Pencarianpun terus diintensifkan menyusuri daerah rawa-rawa yang di curigai terdapat korban. 

Sementara cuaca di sekitaran tempat kejadian berubah-ubah terkadang terdang hujan rintik-rintik terus. Sehingga pencarian menjadi terkendala dan menyulitkan dalam proses penyusuran. Dengan menggunakan Peralatan Selam, penyelam dari Anggota Pramuka Unit SAR 0914 Kwarcab Purwakarta terus melakukan penyisiran di dasar sungai. 
Sampai berita ini di turunkan, korban bernama Waluyo belum di temukan. Semoga pencarian hari ini mendapat titk terang. (DS. Kwarcab Purwakarta)

Rabu, 26 Februari 2014

OPERASI SAR KORBAN TENGGELAM HARI KE 2 

Purwakarta. Tim dari Uit SAR 0914 Kwarcab Purwakarta melakukan pencari korban tenggelam di Aliran Sungai Citarum Kampung Talibaju Desa Cikaobandung Jatiluhur Purwakarta. Dalam operasi hari kedua ini Unit SAR 0914 Kwarcab Purwakarta menerjunkan sebanyak 10 personil dengan kekuatan 2 Perahu River Boat, 2 Buah Alat Selam. Setelah di hari pertama pencarian tidak menemukan titik terang, area pencarian korban akan di perluas sesuai dengan kondisi dilapangan. Hari ini Kamis (27-02-2014) Cuaca di sekitaran Tempat Kejadian Cerah dengan sinar matahari cukup. Hal ini sedikit membantu dalam pencarian Korban Tenggelam dua karyawan PLN Karawang. 

Rencana pencarian hari ini selain menggunakan Perahu River Boat untuk penyisiran aliran sungai sampai dengan daerah Narogtog Karawang. Tim Unit SAR 0914 Kwarcab Purwakarta juga akan melakukan penyelaman kedasar sungai. Untuk itu Unit SAR 0914 Kwarcab Purwakarta menyertakan beberapa anggota Unit SAR 0914 yang bersertifikasi Selam. Hal ini diperlukan agar pencarian dan penyelaman sesuai dengan standar prosedur yang berlaku.
Kedua karyawan PLN APJ Karawang yang tenggelam itu yakni Waluyo (45) warga Kampung Tegaljaya, Rt 11 Rw.05 Desa Tegalega, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang atau sering disbut dengan Kampung Jawa oleh warga sekitar dan Dodi (41) Warga Perum Dian Anyar Kelurahan Ciseureuh Kecamatan Purwakarta Kabupaten Purwakarta.
Pencarian hari ini akan di lakukan sampai dengan pukul 17.00 wib sesuai engan sop search and rescu. Apabila hari ini belum di temukan kemungkinan pencarian akan dilakukan besok hari. Semoga hari ini korban sudah dapat di temukan, sehingga keluarga korban tidak was-was dalam menungg kabar. 
Sebelum dilaksanakan Operasi SAR hari kedua, Ketua Kwarcab Purwakarta Kak. H. Dedi Mulyadi, SH beserta Pamong Unit SAR 0914 Kwarcab Purwakarta Kak. Drs. h. Wahyu Wibisono, M.Si memberikan arahan kepada semua anggota Unit SAR 0914. Agar dalam pencarian korban selalu dilakukan dengan hati-hati. Lakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku agar pencarian dapat berjalan dengan aman. (DS.KwarcabPurwakarta) 

Rabu, 21 September 2011

Korban Tenggelam Di Temukan


Purwakarta, 22 September 2011.
Hari Senin, 19 September 2011 sekitar jam 4 sore, Korban bersama rekan-rekannya melakukan renang diantara Kolam terapung (Kolam Orange dan Kolam Intan) pada saat berenang dan berada diantara tengah-tengah kedua kolam tersebut, korban Agus di duga mengalami keram, menurut saksi korban di kasih pertolongan dengan di berikan sebuah baskom, namun nyawa korban tak tertolong.
Identitas korban, nama Agus umur 18 tahun, asal lampung dan bekerja sebagai pegawai Kolam terapung baru satu minggu.
Lokasi Kejadian di Kawasan Kolam terapung Zona 5 Kp. Citerbang ds. Panyindangan antara Kolam Orange dan Kolam Intan.
Operasi pencarian di mulai pada hari Selasa Tgl. 20 September 201 berdasar laporan keluarga korban kepada pihak kepolisian dan Pemadam kebakaran di teruskan ke Unit SAR 0194.
Selama pencarian menggunakan metode memancing dan penyelaman di karenakan medan/ danaunya yang dalam.
Pada tanggal 22 September 2011, sekitar jam 03.50 korban muncul ke permukaan di titik korban tenggelam.
Korban di bawa oleh pihak kepolisian ke RSUD untuk di otopsi.
@.Unit SAR 0914/DS

Minggu, 14 Agustus 2011

Dirgahayu Gerakan Pramuka Indonesia


DIRGAHAYU GERAKAN PRAMUKA INDONESIA KE-50
Semoga di tahun emas ini bisa lebih baik dalam berbakti kepada Nusa dan Bangsa dan lebih berkarya lagi.
Satu Pramuka untuk Satu Indonesia
Jayalah Indonesia
Digjaya Pramuka Purwakarta
Digjaya Pramuka Indonesia
Posted by Picasa